Jumat, 15 Mei 2009

Sejarah Termografi


Tahun 1666-1672 : Newton menemukan cahaya tampak terdiri dari sejumlah radiasi, beliau menyusun teori corpuscolar untuk cahaya, yang pemisahannya ditunjukkan oleh suatu prisma.
Tahun 1800 : Sir William Herschel (1738-1822) menemukan sinar infra merah yang tidak tampak atau disebut spektrum inframerah.
Tahun 1840 : J. Herschel membuat termogram pertama pada film infra merah
Tahun 1860 : Kirchoff menyusun hukum Kirchoff, Transmission + Absorption + Reflection = 1 atau Pancaran = Penyerapan

Tahun 1855-1864 : Maxwell merumuskan radiasi elektromagnetik.Persamaan maxwell yang menunjukkan persamaan antara gelombang cahaya dan elektromagnetik.
Tahun 1879 : Stefan bereksperimen yang menunjukkan energi yang dipancarkan sebanding dengan suhu dipangkatkan 4 (T exp(4).
Tahun 1884 : Boltzmann secara teoritis mampu menunjukkan kebenaran eksperimen Stefan melalui argumen termodinamika, muncullah teori Stefan-Boltzmann.
Tahun 1887 : Hertz bereksperimen yang menunjukkan teori Maxwell
Tahun 1900 : Planck mengenalkan perubahan kuantitas energi pancaran
Tahun 1946 : Militer Amerika mengembangkan line scanner yang pertama. Gambar yang dihasilkan berupa gambar dari garis-garis selama satu jam.
Tahun 1965 : Kamera inframerah "real time" dikomersilkan, hasilnya berupa 20 gambar/detik.
Tahun 1986 : Nitrogen cair sebagai pendingin kamera diganti dengan detector yang didinginkan secara listrik.
Tahun 1990 : Kamera inframerah 320 x 240, Focal Plane Array yang menghasilkan 70.000 titik diperkenalkan.
Tahun 1997 : Kamera pengukuran inframerah pertama dengan menggunakan uncooled 320 x 240 FPA.
Tahun 2004 : Kamera inframerah uncooled 320 x 240 FPA seharga dibawah 20.000 US $.
Tahun 2008 akhir : Termografi dibahas di blog dengan Bahasa Indonesia di termografer.blogspot.com (kalau yang ini boleh dilupakan saja, he..he..he)

Selamat bertermografi
Selengkapnya...

Inspeksi Cooling Motor Listrik


Sistem pendinginan motor listrik dapat dibedakan menjadi dua macam, yang pertama berpendinginan sendiri (dengan baling-baling terpasang di poros motor) dan yang kedua pendinginan tambahan (dengan tambahan motor fan atau pompa air sebagai pendingin). Biasanya untuk sistem yang pertama dipakai pada motor-motor AC dengan kecepatan tinggi dan tetap. Sedangkan sistem yang kedua dipakai pada motor motor yang kecepatannya berubah-ubah atau rendah.
Seberapa efektif pendingin yang diperlukan dapat dihitung dengan rumus sederhana sebagai berikut:

  1. Hitung total rugi-rugi motor listrik dengan cara mengetahui effisiensinya, selisih daya input dengan daya output motor.
  2. Jika pendinginan menggunakan udara maka jumlah udara pendingin yang diperlukan (dalam 1m3/s) adalah sekitar 5 % dari rugi-rugi mesin dalam kW. Hal ini berlaku untuk mesin yang dipasang pada ketinggian normal. Pada daerah yang tinggi kapasitas termal udara akan berkurang dan jumlah udara yang dibutuhkan akan meningkat.
  3. Jika pendinginan menggunakan air maka pendingin yang diperlukan 1 m3/jam air untuk setiap rugi-rugi sebesar 7..11 kw.

Distribusi pendingin udara atau air dapat di inspeksi menggunakan thermal imager atau kamera inframerah dengan cepat. Inspeksi sebaiknya dilakukan dari berbagai sisi motor. Sehingga bila terjadi penyumbatan atau salah desain akan segera diketahui untuk segera di atasi. Ingat, usia motor sangat dipengaruhi oleh panas pada windingnya.Hal lain yang di inspeksi pada motor listrik ada disini.
Selamat bertermografi
Selengkapnya...

Sabtu, 09 Mei 2009

Pemeliharaan Sistem Brush pada Motor Listrik


Motor listrik AC tipe slip ring atau motor DC biasanya memiliki sistem brush sebagai sistem kontak untuk menyalurkan arus listrik dari atau ke rotor. Karena kontak ini terjadi pada benda berputar maka sistem brush perlu mendapat perhatian lebih supaya tidak terjadi flashover yang berakibat kerusakan pada motor listrik. Untuk dapat memberi perhatian lebih, kita perlu mengetahui komponen-komponen dari sistem brush dan kiat-kiat untuk menghindari salah perlakuan sehingga kesehatan sistem brush dapat terjaga.
Komponen sistem brush terdiri dari :

  1. Carbon Brush yang terbuat dari campuran tembaga dan Zinc atau lainnya.
  2. Slip ring(motor AC) atau komutator (motor DC)
  3. Pegas penekan carbon brush
  4. Pemegang carbon brush atau brush holder
Kiat-kiat pada tiap komponen sistem brush dirangkum sebagai berikut :
  • Jangan mencampur aduk tipe carbon brush, karena beda tipe akan beda resistansi sehingga arus akan mengalir ke carbon brush bertahanan rendah, akan terjadi bebanlebih pada carbon brush tersebut. Pilih tipe grade carbon brush yang sesuai, cara yang paling mudah lihat tipe saat awal pembelian motor, bila grade tidak sesuai maka slip ring akan kemakan atau brushnya akan boros (debunya berpotensi terjadi hubung singkat). Grade secara umum dapat dibedakan empat macam ; untuk slipring panas, untuk slipring temperatur tinggi, untuk slipring medium dan untuk slipring dingin.
  • Jaga kebundaran permukaan slipring atau komutator dengan melakukan pengukuran tingkat keovalan. Seiring usia permukaan slipring atau komutator akan mengalami oval, sehingga carbon brush akan mengalami vibrasi dan spark. Cara mengatasinya dengan melakukan pengukuran dan bubut ulang. Jaga pula kedalaman dan ketajaman groove (ulir) pada slipring atau komutator. Jika groove kurang dalam maka fungsi pendinginan akan berkurang, jika tepinya tajam maka akan meretakan ujung carbon brush.
  • Jaga tekanan pegas (1.2 s.d. 2 N/cm2), sesuaikan dengan manual motor. Toleransi maksimal tekanan pegas sebesar 10% tiap satu grup. Pegas terlalu menekan akan terjadi friksi yang tajam di permukaan slipring ( debu carbon banyak atau permukaan termakan), terlalu rendah akan menimbulkan sparking. Jangan ragu-ragu untuk mengganti pegas jika tekanannya sudah loyo karena memang ada usianya.
  • Jaga clearance brush holder kurang lebih 2 mm, terlalu tinggi akan membuat carbon brush bergetar. Posisi brush holder usahakan tegak lurus terhadap permukan slip ring atau komutator. Jika tidak memungkinkan tegak lurus maka miring sedikit tidak mengapa asalkan tidak melawan arah putaran motor

Hal-hal di atas akan membantu untuk analisa hasil gambar infra merah pada sistem brush motor listrik sehingga bisa lebih akurat sedangkan cara inspeksi termografi untuk slipring ini telah di bahas di sini.
Selengkapnya...

Sabtu, 02 Mei 2009

Aplikasi Termografi di Substation


Substation adalah ruangan tempat peralatan-peralatan listrik yang fungsi utamanya adalah untuk mengatur tingkat tegangan (bisa dinaikkan, bisa diturunkan) supaya sesuai dengan kebutuhan saluran transmisi atau distribusi. Substation ini ada yang terbuka (outdoor, misalnya substationnya PLN, ada juga yang tertutup (indor),misalnya substation yang di pabrik-pabrik. Peralatan listrik yang terdapat di substation antara lain
Transformator dan assesoris-assesorisnya, Circuit breaker, Lightning Arrester, PT (Potential Transformer) dan CT (Current Transformer), Insulator/Bushing, Peralatan control dan Busbar.
Apa-apa yang difoto pada suatu transformator, anda bisa baca disini. Tipe circuit breaker ada yang outdoor, ada yang indor. Media insulasinya ada yang berupa oli dan ada yang berupa gas SF6. Untuk yang outdoor, supaya diambil foto inframerah pada tempat (baut) koneksi antara bushing dan konduktor (gambar diatas), kebocoran oli supaya juga diperhatikan. Untuk circuit breaker yang indor biasanya koneksi tertutup di dalam lemari panel, sehingga diperlukan infrared windows untuk mengintip koneksi ini, tetapi jika ada masalah berat dapat dideteksi melalui suhu lemari panel. Lighning arrester terpasang pada sisi feeder tegangan yang tinggi dan sisi feeder tegangan rendah. Masalah pada lightning arrester ini diindikasikan kenaikan suhu yang hampir merata pada arrester. Pada PT dan CT, inspeksi diarahkan pada koneksi-koneksinya dan kelembaban pada alat tersebut harap diperhatikan. Pada bushing seringkali terjadi hotspot pada cuping insulator dan koneksi-koneksinya. Pada peralatan kontrol di lihat juga koneksi-koneksi serta temperatur kabel power dan kontrolnya. Inspeksi busbar bisa dilihat disini.
Selamat bertermografi
Selengkapnya...

Sabtu, 25 April 2009

Aplikasi Termografi di Sistem Pembangkit


Sebagian besar aplikasi termografi di sistem pembangkit adalah pada peralatan-peralatan listriknya, misalnya switchgear tegangan tinggi atau rendah, breaker-breaker dan motor control center (sebagian besar digunakan untuk pompa-pompa untuk engine-nya). Masalah yang dijumpai berupa koneksi-koneksi yang kendor, beban lebih/ overload dan kegagalan komponen pada panel.
Termografi dapat juga diaplikasikan pada sistem fasilitas penunjangnya, komponen generator listriknya dan pelapis tungku pembakarannya. Sistem pipa dan valve-valvenya sebagai sistem penunjang dapat diidentifikasi kondisinya. Slip ring pada sistem penyearah pencatu generator listrik dapat diinspeksi keadaanya, lihat inspeksi slip ring. Peluruhan/degradasi pelapis dalam (refractory) pada sistem pemanasan awal dapat diketahui pula (gambar diatas). Komponen-komponen diatas memegang peranan penting untuk jalannya suatu sistem pembangkit tenaga listrik


Selamat bertermografi
Selengkapnya...

Selasa, 21 April 2009

Aplikasi Termografi di Sistem Tenaga Listrik


Sistem tenaga listrik menyediakan banyak kesempatan untuk aplikasi termografi terutama untuk kegiatan inspeksi rutin . Perusahaan Listrik Negara (PLN) memang memiliki perlengkapan dan karyawan untuk melakukan inspeksi rutin sendiri, akan tetapi kesempatan jasa inspeksi akan tetap ada mengingat luasnya jaringan PLN (seluruh Indonesia) . PLN akan tidak efisien bila menyediakan ratusan karyawannya untuk melakukan inspeksi rutinnya sendiri, ini menurut logika saja. Namun fokus artikel ini bukan untuk itu, akan tetapi memperlihatkan kamera inframerah merupakan alat inspeksi yang sangat tepat untuk mengidentifikasi masalah di sistem tenaga listrik secara cepat, akurat dan aman

Sistem tenaga listrik dapat di pilah menjadi tiga bagian utamanya ; sistem pembangkitan, substation dan sistem transmisi dan distribusi. Pada semua bagian ini, inspeksi dengan kamera infra merah dapat dilakukan.

  1. Aplikasi di sistem pembangkitan meliputi inspeksi peralatan listrik tegangan rendah (sistem control) dan tinggi (trafo set-up, winding dll), pada sistem tanur pembakarannya (pengelupasan dinding tanur), pada sistem ketel uapnya dan pada sistem penggeraknya.
  2. Aplikasi di substation meliputi inspeksi termografi di berbagai macam koneksi, saklar (switches), trafo, regulator tegangan, breaker, lightning arrester dan kapasitor.
  3. Aplikasi di sistem transmisi dan distribusi mencakup inspeksi termografi pada perlengkapan saluran udara seperti isolator, koneksi penghantar, lightning arrester, trafo dan kapasitor.
Oke sampai di sini dulu, artikel mendatang akan mengupas tiap aplikasi lebih detail.

Selamat bertermografi
Selengkapnya...

Jumat, 10 April 2009

Pantulan pada Foto Inframerah


Pada foto inframerah seringkali terdapat pantulan di sekililing benda yang menjadi fokus pengambilan gambar. Pantulan ini timbul karena sifat radiasi panas yang dipancarkan benda akan dipantulkan oleh benda disekitarnya. Sifat pantulan ini akan dominan jika benda sekelilingnya bersifat mengkilap seperti logam yang licin. Kiat-kiat untuk mengetahui ada pantulan pada gambar atau foto inframerah dapat diurutkan s.b.b :

  • Pahami sekeliling obyek yang akan di ambil gambarnya, tersusun dari apakah dan apa terlihat potensi pantulan.
  • Goyangkan kamera inframerah ke atas dan ke bawah atau ke samping kiri dan kanan, apakah terjadi perubahan letak fokus panas (bagian yang panas dari benda) atau tidak, jika ya berarti fokus panas tersebut adalah pantulan, jika tidak berarti fokus panas tersebut benar adanya dan bukan pantulan.
  • Usahakan cari posisi sehingga pantulan tidak terlihat dalam monitor kamera inframerah.
  • Jika pantulan tidak bisa dihindari, gunakan catatan untuk menghindari salah analisa pada laporan foto inframerah.
Selamat bertermografi
Selengkapnya...

Minggu, 05 April 2009

Acuan Praktis Kondisi Mesin Listrik


Faktor suhu merupakan indikasi yang paling jelas menggambarkan kondisi mesin listrik yang berarti juga kondisi insulasinya. Berikut ini acuan praktis untuk mengetahui bahwa ada masalah dalam suatu mesin listrik :

  1. Salah satu fasa memiliki temperatur yang lebih tinggi > 15 deg C dibanding yang lain.
  2. Temperatur fasa lebih tinggi > 30 deg C diatas ambient.
  3. Koneksi tembaga aktualnya > 70 deg C
  4. Koneksi terinsulasi aktualnya > 85 degC
  5. Insulasi kabel tipe THHN > 90 degC
  6. Kontak poin Circuit Breaker > 125 degC
  7. Kontak poin saklar biasa > 75 degC
Aturan umum menyebutkan bahwa setiap kenaikan 10 degC di atas limit suatu insulasi maka umur insulasi akan berkurang 50%. Limit untuk insulasi winding dibedakan sbb :
  • Kelas A - Batas suhunya 110 degC
  • Kelas B - Batas suhunya 130 degC
  • Kelas F - Batas suhunya 155 degC
  • Kelas H - Batas suhunya 180 degC
Ini merupakan acuan praktis bagi peminat termografi, bila ingin lebih detil silahkan dilihat disejumlah blog yang membahas masalah winding tersebut.
Selamat bertermografi
Selengkapnya...

Minggu, 29 Maret 2009

Format Laporan Foto Inframerah


Saat membuat laporan suatu foto inframerah, sebaiknya terlebih dahulu mengetahui maksud pengambilan foto infra merah oleh pelanggan kita. Misalnya suatu survey berarti tidak memerlukan laporan detil tiap bagian gambar atau misalnya untuk penelitian yang memerlukan. laporan detil tiap bagian gambar. Saran terbaik diperoleh dengan mendiskusikan format laporan dengan pelanggan. Sebaiknya laporan dicetak dan diberikan softcopy kepada pelanggan sehingga apabila diperlukan bisa dicetak ulang. Softcopy yang diberikan berupa laporan dalam format .pdf (dianjurkan supaya keotentikan analisa dapat dipertanggungjawabkan), gambar termal dan gambar visualnya.
Namun bila pelanggan tidak memberikan spesifikasi khusus,maka gunakanlah format laporan umum yang biasanya terdapat :


  1. Tanggal dan waktu pengambilan gambar

  2. Lokasi pengambilan gambar

  3. Nama komponen atau alat yang di foto

  4. Gambar Termal

  5. Gambar Visual

  6. Nama termografernya

  7. Komentar atas gambar / analisa singkat

  8. Jika aplikasi elektrik sertakan arus saat itu berapa

  9. Rekomendasi

  10. Nama pelanggan dan identitas perusahaan

Selamat bertermografi

Selengkapnya...

Jumat, 27 Maret 2009

Jebolnya Tanggul Situ Gintung

Turut berduka atas musibah jebolnya tanggul situ gintung. Semua memang takdir Illahi, tetapi sebagai manusia apakah sudah berusaha semaksimal mungkin untuk mencegahnya....

Mungkin perlu dilakukan inspeksi dengan alat apa saja pada semua fasilitas umum yang berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat. Tanggul, jembatan, gedung, terowongan, lereng, tebing, rembesan kimia berbahaya dsb, perlu diketahui kondisinya untuk diantisipasi segala kemungkinan kecelakaan yang akan terjadi. Selengkapnya...

Kamis, 26 Maret 2009

Pengaruh Matahari dalam Inspeksi Gedung

Karena gedung memiliki temperature yang relatif normal sesuai kondisi sekitar, maka pengaruh matahari akan terlihat jelas dalam kamera infra merah. Sehingga jika melakukan inspeksi gedung disarankan untuk melakukan dua kali inspeksi yaitu ketika siang hari dan dua jam setelah matahari tenggelam supaya gambar yang diperoleh terlihat lebih akurat. Pengaruh matahari terhadap gedung ini dapat dibedakan menjadi dua buah yaitu pengaruh terhadap rembesan air dan pengaruh terhadap adanya rongga udara .


Pada saat matahari memanasi dinding atau atap yang mengalami rembesan air, maka bagian yang lebih kering akan lebih panas dibandingkan bagian yang terkena rembesan air atau basah. Hal ini sesuai sifat materialnya di mana perlu panas lebih untuk memanaskan bagian yang basah. Saat malam hari, kejadiannya sebaliknya, bagian yang kering akan lebih dingin dibandingkan bagian yang basah, karena sifat air yang menyimpan panas lebih dibandingkan bendap padat. Dengan melakukan inspeksi dua kali, bagian yang mengalami rembesan dapat diidentifikasi dengan jelas sehingga perbaikan dapat dilakukan dengan beaya yang efektif.


Pada saat matahari memanasi dinding atau atap yang terdapat rongga, maka bagian yang berongga berfungsi sebagai penghambat panas dan bersuhu lebih tinggi dari bagian yang lebih padat. Saat malam hari,kejadiannya sebaliknya, bagian yang berongga akan lebih dingin dibandingkan yang padat, karena panas akan keluar lewat dinding yang padat sedangkan rongga bersifat menghambat panas dari dalam.

Selamat bertermografi. Selengkapnya...

Sabtu, 21 Maret 2009

Inspeksi Kabel Power


Inspeksi kabel power terutama diarahkan untuk melihat indikasi kerusakan yang terjadi pada kabel. Indikasi kerusakan yang dapat terjadi pada kabel power adalah s.b.b:

  • Kerusakan mekanis pada perisai kabel yang disebabkan tekanan mekanis, pecah yang disebabkan tekukan tajam atau getaran.Tergantung lingkungannya pemilihan jenis kabel harus tepat
  • Perisai kabel yang berkarat yang disebabkan sifat tanah, keasaman pipa atau terjadi kontaminasi kimia di tanah
  • Bahan isolasi yang lembab, timbul karena perisai kabel pecah/retak. Dapat diketahui dari kertas yang lembab, kotoran di bagian dalam perisai kabel, air, debu putih pada konduktor aluminium.
  • Pemanasan dalam kabel karena beban lebih, ambient temperatur tinggi, kurangnya pendinginan, kabel menempel /terlalu dekat dengan kabel lain. Jangan sampai lebih panas dari yang diizinkan karena dapat menurunkan umur isolasi

Bila kabel rusak, isolasinya dapat menjadi lemah sehingga terjadi kebocoran arus. Bila kebocoran makin besar dapat terjadi hubung singkat antar fasa, fasa ke tanah atau tiga fasa ke tanah, bila tak terdeteksi oleh pemutus pengaman maka secara visual tampak bahwa:
  1. Perisai kabel akan menggelembung
  2. Ada jejak-jejak seperti akar pohon pada kabel
  3. Terjadi seperti lelehan lilin atau bahan polimer
  4. Terjadi pengurangan bahan kompon di lapisan isolasi kabel power
Selengkapnya...

Minggu, 15 Maret 2009

Inspeksi Busbar


Busbar dapat terbuat dari campuran tembaga atau alumunium yang dipoles. Sehingga permukaannya biasanya licin mengkilap. Sudah tentu emisivitasnya tidak begitu tinggi, untuk tembaga yang dipoles tapi belum teroksidasi sekitar 0.07 tetapi jika teroksidasi sampai dengan o.87 pada suhu sekitar 38 degC. Problem yang dijumpai biasanya pada sambungan antara busbar dengan busbar atau tap-tapan terminal kabel. Batas suhu maksimumnya dibatasi tipe sambungannya, untuk sambungan baut s.d 250 degC sedangkan sambungan las bisa mencapai 450 degC. Tetapi acuannya adalah pola panas pada sambungan dan besarnya arus beban, jika terlihat sedikit lebih panas dari busbarnya ada kemungkinan sambungan kendor meskipun besar arus bebannya masih kecil. Ingat besarnya panas sebanding kuadrat arus. Untuk busbar yang tidak dapat dilihat langsung karena ada covernya atau di dalam bus duct, maka inspeksi diarahkan pada panas cover atau bus duct itu sendiri. Panas cover atau bus duct dapat mewakili masalah busbar karena letaknya berdekatan dengan bus duct atau covernya. Selengkapnya...

Jumat, 06 Maret 2009

Inspeksi Transformator dengan Kamera Inframerah


Inspeksi pada trafo difokuskan pada bagian-bagian trafo yang dimungkinkan dapat bermasalah. Bagian trafo yang dapat bermasalah adalah :


  1. Koneksi yang kendor di terminal bushing. Jika ada yang kendor. koneksi akan terjadi panas lebih walaupun beban dalam kondisi normal. Sehingga gambar inframerah akan menunjukkan terminal bushing kondisi panas, sedangkan porselinnya dalam kondisi panas yang normal.

  2. Aliran oli trafo yang mampat di radiator/cooler-nya. Apabila ada masalah mampat terlihat temperatur yang seragam pada sisi cooler trafo. Gambar radiator yang normal ada di cooler trafo in thermal view.

  3. Panas lebih di tap changer. Dalam kondisi normal, dimana tap changer sedang tidak beroperasi, tangki utama trafo lebih panas dibandingkan bagian kompartemen tap changer karena adanya pemanasan rugi winding dan arus edi di winding dan intinya. Jika kondisi menunjukkan sebaliknya berarti ada masalah di tap changer.

  4. Level oli di trafo atau di bushing. Gambar inframerah akan menunjukkan daerah perbatasan yang menunjukkan seberapa tinggi level oli, yang bagian lebih terang menunjukkan ada oli sedangkan yang gelap menunjukkan bagian yang tidak terkena oli.

Mungkin ada tambahan bagian yang lain, silahkan memberikan komentar.

Selengkapnya...

Sabtu, 28 Februari 2009

Masalah Umum Bangunan

Bangunan, baik gedung atau tempat tinggal, perlu dijaga tingkat keamanan, kenyamanan dan efisiensinya. Terutama untuk keamanan bangunan adalah nomor satu, sedapat mungkin robohnya bangunan tanpa diketahui gejalanya dapat dihindari. Kamera inframerah dapat membantu identifikasi potensi-potensi kerusakan bangunan, sehingga kejadian roboh atau retak dapat diidentifikasi sebelumnya.
Ada baiknya kita mengetahui masalah bangunan, sehingga penggunaan kamera inframerah akan tepat pada sasarannya. Masalah-masalah umum bangunan yang perlu diketahui oleh termografer adalah :

  1. Penyerapan air pada dinding dan atap yang mengakibatkan tumbuhnya jamur, lumut, bakteri dll.
  2. Munculnya rongga-rongga dalam dinding yang mengurangi kekuatan bangunan
  3. Kebocoran pipa di lantai atau dinding
  4. Kerusakan instalasi listrik atau mekanik dalam bangunan
  5. Kebocoran penyekat udara yang mengakibatkan tidak efisiensinya AC

Selamat bertermografi

Selengkapnya...

Rabu, 25 Februari 2009

Koneksi atau Terminal Kabel


Masalah koneksi seringkali menimbulkan akibat yang fatal pada instalasi listrik, dari akibat yang ringan seperti koneksi yang gosong sampai dengan berat seperti kebakaran panel. Masalah koneksi ini biasanya berupa kotor, karat, kendor atau retak. Semua masalah koneksi mengakibatkan tingkat resistansi koneksi akan naik, sehingga jika dilewati arus listrik akan mengakibatkan panas lebih. Cara yang mudah adalah dengan menggunakan gambar inframerah. Tipnya adalah :


  • Bandingkan terminal (koneksi kabel) dengan kabel disebelahnya ; apakah ada kenaikan suhu yang signifikan

  • Perhatikan pola panasnya bersifat terpusat atau merata ke seluruh kabel; kalau terpusat berarti masalah koneksi, kalau bukan mungkin masalah kelebihan beban

  • Perhatikan arusnya sudah mendekati nilai nominal atau belum, jika sudah berapa nilai temperatur koneksi?, jika belum berapa persen dari nominal, karena kenaikan panas akan sebanding kuadrat dari nilai arusnya.

  • Bandingkan dengan batas yang aman untuk tiap jenis bahan koneksi (tembaga atau alumunium)

Selamat bertermografi!

Selengkapnya...

Sabtu, 21 Februari 2009

Bidang Aplikasi Termografi

Pada dasarnya semua benda yang memiliki suhu di atas nol mutlak dapat diambil gambar inframerahnya. Tetapi gambar termografi akan berfungsi maksimal jika pola panas yang dipancarkan benda memiliki arti tertentu ; misalnya karena rusak maka benda lebih panas atau lebih dingin dari normalnya.
Aplikasi aplikasi Termografi antara lain :

  1. Kepentingan militer (lihat film saja, biasanya untuk perang)
  2. Inspeksi kelekatan lapisan isolasi
  3. Inspeksi karat
  4. Inspeksi Penipisan dinding pipa atau tangki
  5. Inspeksi Pengelupasan bahan
  6. Inspeksi Kerusakan akibat benturan.
  7. Inspeksi perembesan air di dinding bangunan
  8. Keamanan dan penegakan hukum
  9. Deteksi kebakaran, pemadam kebakaran
  10. Inspeksi saat Penerbangan malam
  11. Inspeksi pencemaran lingkungan
  12. Kesehatan manusia
  13. Kondisi monitoring
  14. Proses industri
  15. Inspeksi efisiensi bangunan
  16. dan lain-lain

Untuk tiap aplikasi dapat lebih spesifik lagi, misalnya kondisi monitoring untuk electrical atau mechanical.

Selamat bertermografi

Selengkapnya...

Selasa, 17 Februari 2009

Slip Ring pada Motor Induksi




Slip ring atau cincin geser biasanya terdapat pada motor induksi tegangan menengah. Cincin geser ini merupakan bagian yang kritis karena terjadi transfer arus antara bagian yang berputar (slip ring) dan bagian yang diam (carbon brush). Untuk menghindari kerusakan di area ini diusahakan supaya arus terdistribusi merata untuk tiap carbon brush-nya. Jika distribusi arus tidak merata maka akan terjadi overload di salah satu carbon brush yang berakibat kenaikan temperatur dan mempengaruhi kualitas kontak carbon brush. Termografi dapat mendeteksi hal semacam ini, pada carbon brush yang mengalami overload maka temperaturnya akan lebih tinggi dibanding yang lain. Tip-tipnya adalah :




  1. Cover slip ring harus dibuka supaya kamera inframerah langsung menangkap gambar slip ring


  2. Ambil gambar dari semua sisi slip ring (samping kiri dan kanan motor listrik)


  3. Ambil gambar semua fasa slipring (fasa U, V dan W) dahulu, adakah perbedaan suhu antara fasanya?


  4. Ambil gambar masing-masing slip ring dan perhatikan tiap carbon brushnya, adakah perbedaan suhu carbon brush dalam satu grupnya?


  5. Perhatikan pengaruh dari cooling carbon brush dan pantulan dari luar.


Selamat bertermografi

Selengkapnya...

Minggu, 15 Februari 2009

Misalignment Kopling


Salah satu sumber vibrasi dalam peralatan penggerak adalah misalignment. Kopling sebagai penghubung antara penggerak (bisa berupa motor listrik atau lain) dengan beban (bisa kipas, gir atau lainnya) memegang peranan penting dalam misalignment ini. Kalau kopling ini tidak benar-benar lurus dan seimbang (centerline), vibrasi akan timbul setelah penggerak berputar.

Termografi dapat membantu mengidentifikasi masalah ketidaklurusan kopling ini pada saat penggerak berputar atau mesin dalam kondisi running. Panas akan timbul pada daerah misalignment ini sebagai sumber vibrasi. Saat pengambilan gambar diupayakan jika memungkinkan supaya cover penutup kopling tidak menghalangi.
Selengkapnya...

Jumat, 13 Februari 2009

Inspeksi Motor Listrik




Apa saja yang di inspeksi pada motor listrik? Tentunya semakin detil akan semakin bagus... namun ada sejumlah gambar inframerah yang lazim diambil pada suatu motor listrik:






  • Body motor listrik : untuk menunjukkan panas yang berasal dari winding dalam kondisi normal atau tidak, menunjukkan fungsi pendinginan normal aatau tidak


  • Cooler Motor : untuk melihat apakah ada hambatan dalam pola pendinginan motor


  • slip ring : untuk melihat distribusi arus pada carbon brush rata atau tidak


  • komutator : untuk melihat distribusi arus pada carbon brush rata atau tidak


  • terminal kabel : jika memungkinkan bisa diambil gambarnya untuk melihat koneksinya kendor atau tidak


Akan tetapi yang paling penting adalah mengetahui berapa panas yang diijinkan untuk suatu motor listrik.

Selengkapnya...

Subscribe via email

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Posting

Feedcount

shoutmix


ShoutMix chat widget
 

Copyright © 2009 by Termografi untuk Anda